Internalisasi Pemahaman Koperasi
Hari Rabu sore aku dapet telpon dari temen Kopeg. Katanya, besok pagi (Kamis) aku diminta menghadiri undangan dari Dinas Koperasi di Hotel Naripan. Undangan jam 8. Jadi hari Kamis paginya aku dengan terburu-buru ke sana. Nyampe agak telat, sekitar jam 8.15. Pake acara sedikit berputar jalan, karena lokasi hotelnya terlewat. Ternyata yang jam 8 itu baru mulai registrasi peserta. Acaranya sendiri dijadwalkan dimulai jam 9 pagi.
Sambil menunggu, aku diminta ngisi form profil koperasi. Secara aku gak apal data2 koperasiku, terpaksa aku telpon ke temen Kopegtel. Mau tau pertanyaannya apa? Ada nomor akta pendirian, jumlah modal sendiri, jumlah modal pinjaman, jumlah aset, dll. ![]()
Abis ngisi data, aku nunggu lagi. Sambil liat2 sekitar ruangan, aku tertarik dengan spanduk yang di pasang di depan. Di situ tertulis:
“INTERNALISASI PENANAMAN PERKOPERASIAN DINAS KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH PROVINSI JAWA BARAT”.
Lho kok “penanaman”? Seharusnya kan “pemahaman”? Lagian apa yang mau ditanam di koperasi? Kayaknya ada yang salah kutip.. eh.. salah ketik. Tapi kok gak ada yang meriksa ya? Apa segitu buru2nya bikin spanduk, sampe gak sempet ngoreksi kesalahan? ![]()
Acara akhirnya dimulai pukul 09.35 WIB. Katanya sih karena nunggu pejabat Dinkop yang belum dateng. Setelah acara dibuka, ada dua pembicara. Satu dari Kementerian Koperasi, satu lagi dari IKOPIN (hmm.. tempat kuliah siapa itu ya?
)
Pada saat dosen IKOPIN itu mendapat giliran bicara, ada hal yang mengejutkan. Secara sekarang (hampir) semua presenter menggunakan laptop dan infocus, bapak ini masih menggunakan transparansi dari plastik yang bertuliskan tangan beliau. Pantesan aku tadi liat petugas hotel sibuk angkut-angkut OHP. Emang sih, si bapak itu udah senior banget. Kalo gak salah udah 65 tahun. Tapi masa sih gak bisa sedikit ngikutin jaman?